Artikel Simalungun Yang Terpinggirkan Pada Masa Modern ini, Apa Tindakan Pemerintah. Jika dunia bergerak menuju industri 5.0. Maka masyarakat Simalungun menuju masyarakat yang terpinggirkan. Bagaimanakah yang kita maksud dengan simalungun yang terpinggirkan. Simalungun yang terpinggirkan adalah menghilangnya orang – orang simalungun pada pergerakan objek penting dalam Kabupaten Simalungun. Apakah yang dimaksud objek – objek penting itu dalam masa modern Era Industri 5.0 pada kabupaten Simalungun.

Objek – objek penting dalam kabupaten Simalungun adalah mengenai parapat sebagai Geopark Danau Toba dan Museum Simalungun di Pematang Siantar. Kedua objek ini adalah menjadi hal penting bagi masyarakat simalungun. Akan tetapi kedua objek ini. Orang Simalungun Mulai terpinggirkan. Hal ini bisa anda lihat dari langsung ke objeknya langsung.

Misalkan jika di siantar adalah dahulunya orang simalungun. Akan tetapi jangan anda tanya sekarang mengenai pemerintah dalam kota ini. Sekarang walikota nya bukan orang simalungun itu sendiri. Padahal museum dan sejarah simalungun ada pada kota ini.

Dan paling parah nya lagi adalah mengenai Parapat. Kita tahu bahwa parapat adalah sebagai objek wisata yang cukup terkenal hingga saat ini. Dan saat ini kita juga tahu bahwa parapat yang memiliki Danau Toba telah di tetapkan UNESCO sebagai tempat wisata Tingkat Dunia . Akan tetapi ada hal yang cukup kecawa bagi saya sebagai Orang Simalungun. Adapun hal tersebut adalah mengenai oleh – oleh untuk parawisatawan. Misalkan oleh oleh yang paling buat saya kecewa adalah mengenai baju yang memiliki Ornamen Simalungun di daerah Parapat.

Ketika saya berlibur ke sini. Sulit bagi saya untuk mencari Baju yang memiliki ornamen simalungun. Mungkin saya terlalu buru – buru. Sehingga saya tidak dapat ornamen simalungun. Oleh sebab itu saya sarankan supaya pemerintah simalungun ambil bagian akan mengembangkan ornamen – ornamen simalungun untuk parawisatawan. Dan jenis – jenis ornamen simalungun dapat anda lihat pada artikel sebelumnya. KLIK SINI untuk melihatnya.

Langkah Mengembangkan Budaya Simalungun dari Segi Ornamen Untuk Wisatawan

Pemerintah simalungun haruslah membantu masyarakat untuk mengembangkan budaya simalungun dari Ornamen untuk wisatawan. Saat ini kita tahu bahwa rata – rata penjual baju yang ada sekitar Parapat rata – rata baju yang mereka jual menggunakan Gorga bukan ornamen simalungun. Sehingga ornamen simalungun tidal terkenal bagi wisatawan Luar atau pun lokal.

Dan sebagai masyarakat simalungun yang sudah sukses saya sangat menyarankan bagi anda untuk ikut dalam meningkatkan pengembangan budaya simalungun untuk oleh – oleh wisatawan. Adapun pengembangan budaya tersebut melalui ornamen berupa patung ukiran kayu dan Baju Danau Toba dengan ornamen simalungun.

Pemerintah alangkah lebih mudah nya untuk ikut dalam mengembangkan oleh – oleh danau Toba dengan konsep budaya simalungun. Kita harus melakukan hal ini, karena kita punya wadah untuk mengenalkan budaya kita untuk Wisatawan. Jangan sampai wadah yang dapat mengundang wisatawan Internasional ini menjadi sangat kecil untuk mengembangkan budaya simalungun.

Saran Untuk Pemerintah

Untuk pemerintah simalungun harus dapat memberikan sebuah tempat untuk usaha menjual oleh – oleh untuk wisatawan dengan konsep budaya simalungun. Banyak hal yang harus kita berikan mengenai oleh – oleh simalungun. Bisa menjual alat – alat seperti suling, hiou, bulang, gotong, baju simalunun dengan ornamen simalungun, baju simalungun dengan bahasa simalungun dan lain sebagainya. Kita harus mengembangkan potensi budaya simalungun untuk menyuarakan ini lah simalungun pemilik Parapat Danau Toba. Jangan sampai kita kalah dengan yang lainnya.

Jika kita tidak memulai ini dengan sekarang. Bisa bisa kita nanti danau toba terkenal akan tetapi tidak mengenal Orang Simalungun. Tentu besar harapan kita para pemimpin simalungun untuk mengembangkan budaya simalungun untuk wisatawan.