Fungsi dan Arti Bulang Simalungun Yang Benar Pada Adat. Simalungun adalah sebuah Kabupaten yang memiliki penduduk asli adalah Suku Batak Simalungun. Dengan memiliki jumlah kecamatan 32 daerah. Dan dinyatakan memiliki 4 logat bahasa simalungun yaitu Sin Panei, Sin Raya , Sin dolok dan Sin Purba. Maka jangan heran jika anda berkunjung atau berbicara pada suku batak simalungun memiliki berbagai bahasa yang berbeda – beda.Berbicara mengenai fungsi dan arti bulang simalungun ini ternyata memiliki banyak motif atau corak sebenarnya. Yang dimana fungsi dan arti bulang adalah sebagai penutup kepala perempuan

Nah untuk bulang ini terbagi menjadi dua bagian yaitu adalah bulang seharian ( Bulang Salalu ) dan bulang pesta adat. Dimana pada bulang seharian digunakan dalam keseharian yaitu untuk beraktivitas. Dan sering juga di gunakan ketika ke ladang ( Bahasa batak simalungun : dor i pakeihon anggo hujuma ).

Sedangkan untuk bulang Pesta adat adalah sebuah bulang yang dipakai ketika menikah atau melakukan sebuah acara adat simalungun. Untuk bulang pesta adat ada juga jenisnya contohnya adalah sebagai berikut :

  • Bulang Sulappei adalah penggunaan untuk pesta adat atau untuk usia muda.
  • Bulang Gijang adalah penggunaan bulang yang biasa dikenakan oleh perempuan yang sudah berusia tua.
  • Bulang teget adalah untuk pengantin atau pelantikan dalam berbagai hal pemerintahan.

Pemakaian Bulang Simalungun Pesta Adat

Demikianlah fungsi dan arti bulang simalungun tersebut. Dan dimana untuk laki – laki menggunakan gotong untuk penutup kepalanya. oleh sebab itu kain budaya batak simalungun ini perlu di kembangkan supaya di kenal oleh masyarakat luas. Akibat kurangnya penggunaan kain ini kepada kehidupan sehari – hari membuat masyarakat tidak memahami tentang kain adat budaya simalungun. Sehingga perlu terobosan baru untuk mengembangkan pakaian tersebut.

Kebiasaan Tentang Pemakaian Bulang Keseharian Simalungun Harus Di Lestarikan

Banyak sekali masyarakat sendiri yang malu akan budayanya. Dimana hal ini terbukti di pemerintahan sendiri tidak menganjurkan tentang budaya simalungun ini. Sebenarnya jika seorang bupati simalungun ingin mengembangkan Bulang simalungun. Tentu harus mewajibkan di kantornya penggunaan Bulang simalungun tersebut.

Akan pemakaian bulang keseharian sebagai budaya simalungun tidak mungkin dilakukan kalau tidak ada gerakan dari pemerintah. Dimana menurut saya jika memang pemuda – pemudi simalungun seperti himapsi akan cinta akan budayanya. Maka merekalah yang perlu melakukan pergerakan ini. Dimana gerakan yang dilakukan harus memakai bulang simalungun ketika bekerja di Instansi ke pemerintahan.

Jika tidak kita mulai dari sekarang maka kapan lagi. Anggo lang hita ise nari. Kita harus mencontoh seperti daerah Aceh yang dapat menjalankan sesuai dengan hukum atau tata cara yang mereka buat. Bukan tata cara dari pemerintah republik indonesia. Kenapa kita tidak bisa juga melakukan hal tersebut.

Baca Juga :

Pentingnya Peran Ketegasan Partuha Maujana Simalungun Untuk Membangun Simalungun

Partuha Maujana Simalungun ( PMS ) Sebagai pemangku adat simalungun atau tokoh adat tentunya harus mengembangkan budaya simalungun yang lebih lagi. Dimana jangan sampai budaya ini terbawa arus zaman. Kita harus lebih mengembangkan budaya kita ke dalam kehidupan sehari – hari.

Marilah kita bersama – sama membangun budaya kita. Jangan sampai kita melupakan budaya kita ini. Budaya kita adalah identitas kita. Dimana budaya kita juga sebagai ciri khas kita. Maka marilah kita mendorong Martuha Maujana Simalungun sebagai tokoh adat untuk mengutarakan pemakaian bulang simalungun di lingkungan kerja ke pemerintahan.

Begitu juga dengan penggunaan gotong supaya di gunakan juga di lingkungan ke pemerintahan simalungun. Jangan kita hilangkan karakter kita. Karakter adalah kita.

Baca Juga :

Cara Mengembangkan Budaya Simalungun

perlunya kita terus untuk mengembangkan budaya simalungun ini. Dimana pengembangan simalungun dapat dilakukan dengan berbagai cara . Adapun cara contohnya adalah dengan cara berikut di bawah ini.

  • Mewajibkan memakai gotong dan bulang simalungun baik di instansi pemerintahan dan Sekolah di simalungun.
  • Melakukan perlombaan baik melalui digital atau kontes langsung.
  • Membukukan budaya simalungun
  • Melakukan perlombaan menulis budaya simalungun
  • Dan lain – lain

Dengan cara seperti hal tersebut. Maka budaya kita akan dikenal. Kita contoh seperti orang bali dengan pakaian adat mereka yang di pakai dalam kehidupan sehari – hari dilingkungan kerja mereka. Mengapa mereka bisa sedangkan kita tidak bisa.

Maka marilah kita membangun budaya kita. Supaya kita menjadi bangsa yang mempunyai budaya yang bagus yang dapat dilihat oleh masyarakat luas. Dan dengan budaya kita tersebut. Kita dapat dikenali dengan mudah.

Kenapa Batik Dapat Kita Terapkan Sedangkan Bulang simalungun Tidak

Kenapa pemakaian batik dapat di terapkan dalam sebuah kantor ke pemerintahan. Sedangkan budaya kita tidak dapat kita terapkan. Kalau sudah tidak dapat kita terapkan. Maka kita sangat lemah sekali di tanah kita sendiri.

Maka kita harus berjuang supaya budaya kita ini dipakai dalam baju daerah di Pemerintahan. Ayo partuha maujana simalungun dimana diri anda untuk membangun budaya kita.. Apakah kalian hanya diam saja. Mari kita tiru seperti Aceh dan Bali. Kita kapan berjaya di tanah kita sendiri.

Jangan kita lemah kan simalungun ini. Mari kita kuatkan. Mari kita bangun tanah kita ini. Jangan sampai orang lain yang memimpin tanah kita ini.Maka saya sarankan pemerintah melakukan pengembangan yang kuat akan budaya kita.

Demikianlah yang dapat saya sampaikan. Semoga dengan artikel Fungsi dan Arti Bulang Simalungun Yang Benar Pada Adat. Dapat memberikan wawasan kepada kita semua. Pokoknya anda semua harus ingat arti dan fungsi bulang simalungun tersebut.