Makalah Budaya Simalungun dan Kerajaan ada. Berikut ini adalah sebuah makalah Budaya Simalungun yang diambil dari berbagai sumber. Maka makalah Budaya simalungun ini sangat penting bagi hita halak batak simalungun. Maka berikut ini akan dimulai sebuah makalah yang di susun oleh Marketmedan.

1 Pendahuluan
1.1 Latar Belakang

Simalungun adalah sebuah kabupaten yang berada provinsi sumatera Utara. Dimana penduduk asli di kabupaten ini adalah Suku Batak Simalungun. Dimana jumlah penduduk di kabupaten ini pada tahun 2019 menurut BPS Simalungun adalah berjumlah 863.693. Suku Batak Simalungun memiliki karakter yang sangat berbeda dari batak lainnya. Dan memiliki budaya yang sangat cukup dikenal di tanah air.

Di simalungun memiliki berbagai marga – marga. Beberapa marga simalungun adalah Purba, Saragih, Sinaga, Sipayung, Damanik dan Girsang dan lainnya. Namun untuk asal mula dari marga – marga ini tidak semua nya sama keturunannya di dikarenakan memang keturunanan yang berbeda – beda. Sehingga di perlukan silsilah atau tarombo untuk mengetahui garis keturunan.

Oleh sebab itu orang batak simalungun sangat menghargai marga. Hal ini diketahui supaya tahu dari mana silsilah mereka. Akan tetapi ketika sudah masuk dalam satu marga contoh Saragih maka ketika mereka jumpa dengan saragih lainnya. Maka mereka akan menganggap diri mereka bersaudara atau bersanina. Meskipun mereka beda keturunan atau orang tua.

Semua masyarakat di simalungun adalah pendatang. Dan tidak ada yang asli namun ada yang terlebih dahulu menginjak kan di tanah kabupaten simalungun. Maka sebab itu marga – marga yang baik dari batak toba sama ke dudukan dengan marga – marga terlebih dahulu yang ada di tanah simalungun. Di karenakan simalungun sudah masuk dalam kesatuan Negara Republik Indonesia. Dan bukan lagi dalam bentuk kerajaan. Adapun alasannya sama adalah ketika mereka sudah memakai adat simalungun dalam kehidupan sosial mereka.

Masyarakat pada suku simalungun bermata pencarian adalah bercocok tanam seperti jagung, padi dan lain sebagainya. Dan suku simalungun adalah menganut sistem paterilinear yang di turunkan melalui garis keturunan ayah.

1.2 Rumusan Masalah Makalah Budaya Simalungun

Adapun rumusan masalah yang akan di bahas adalah sebagai berikut. Dan dengan adanya rumusan masalah tersebut dapat menjadi nilai positif yang baik.

  • Bagaimanakah Sejarah di Simalungun
  • Apa Saja Budaya Simalungun
  • Bagaimanakah asal marga di simalungun

Mungkin itu saja rumusan yang harus di berikan oleh penulis di karenakan kurangnya informasi tentang sejarah di simalungun oleh sebab itu adanya batasan masalah.

1.3 Tujuan

Adapun tujuan penulis tentang makalah Budaya Simalungun Untuk Mengenalinya adalah sebagai berikut.

  • Untuk menjelaskan Sejarah di Simalungun yang diketahui
  • Menjelaskan budaya adat batak simalungun
  • Menjelaskan sejarah kerajaan di Simalungun

2. Sejarah Simalungun

Pada tahun 1865 di simalungun memiliki 7 kerajaan yaitu Kerajaan Dolok Silau, Tanah Jawa, Siantar, Panei, Raya, Purba dan Silimakuta dan tidak menggunakan sistem pemerintahan bersama.

Baca Juga :

2.1 Kerajaan Purba

Raja Purba pertama adalah datang dari Pakpak. Dia adalah marga purba. Yang mencari nafkah dengan berburu burung. Suatu ketika dia berburu burung di sidikalang pada Tuntung Batu. Dan dia menemukan seekor burung dengan peniupnya, Tetapi tidak mematikan. Dia ingin menangkap binatang itu, tetapi setiap kali terbang sedikit. Sehingga dia sampai ke kampung Nago Raja.

Nago Raja adalah sebuah kampung yang dulunya milik Nagur dan sekarang berada di bawah Raja Raya. Disana dia tidak lagi melihat burung itu. Dan dia pun memasuki kampung dan disana dia di panggil parultop – ultop atau pemburu dengan peniup.

Tuan Nago Raja menerimanya dengan baik dikarenakan parultop ultop berperilaku cukup baik. Dan parultop – ultop menikah dengan putri nago raja. Beberapa waktu setelah pernikahanya dia berburu lagi. Dan melihat burung lagi. Sehingga ia mengikuti binatang itu sehingga dia sampai di suatu tempat Pematang Purba. Dia tidak melihat burung itu lagi.

Ia kembali ke Nago Raja, Tetapi tersesat dan berakhir di kampung Simalobong. Disini ia tinggal bersama seorang petani selama beberapa waktu dan menanam jenis tanaman. Tuan simalobong menikah dengan seorang putri dari kerajaan siantar.

Suatu kali ayah mertuanya datang menunjungi Tuan Simalobong. Dia ditemani oleh seorang perempuan, dengan penampilan yang menarik dan cantik.

Ketika wanita berjalan keluar kampung dan bertemu dengan parultop ultop. Dia langsung membuat kesan mendalam padanya. Dengan demikian mereka saling mengenal dengan baik sampai mereka setuju untuk bertunangan. Tak lama kemudian dia kembali ke siantar dan parultop ultop pergi berburu dengan peniupnya.

Wanita muda itu terus menerus mengingat Si Parultop – ultop di siantar. Lalu sekarang beberapa wanita keluar siantar pergi ke sipolha untuk membeli mengkudu. Dia pergi dengan harapan melihat parultop ultop. Dan bertemu dengan parultop ultop di pasar Tiga Langgiung ( Purba ).

2.1.1 Parultop ultop Bersumpah Untuk Menjadi Raja

Ketika mereka bertemu lagi. Mereka kembali bersama ke ladang Parultop ultop dan menikah di sana. Semakin lama mereka tinggal di ladang itu. Semakin banyak yang datang. Karena orang – orang marga purba dari pakpak, dari siboro dan tempat lainnya datang untuk menetap disana.

Akhirnya Tuan Simalobong mendengar, bahwa adik perempuan mertuanya menikah dengan parultop ultop. Dia menjadi marah dan menginginkanya kembali. Parultop – ultop tentu saja tidak mau. Tuan simalobong ingin mengusirnya tetapi Parultop ultop menjawab. Bahwa dia tidak dapat di kejar disana, karena tanah ini adalah miliknya. Tuan Simalobong berkata : Jika berani mengkonfirmasi itu dengan sumpah. Saya merasa damai dengan itu dan anda dapat menganggap sebagai raja.

Parultop ultop meminta satu bulan untuk menerima sumpah itu. Dan ia pun pergi ke pakpak dan mengambil tanah dan air. Setelah sebulan berlalu, dihadapan beberapa raja. Parultop – ultop meletakkan tanah yang dibawanya dibawah keranjang dan air di Labu ( Semacam labu ) dan duduk di atasnya dan bersumpah. Bahwa tanah dan air dimana dia duduk adalah miliknya. Sejak saat itulah kota asalnya disebut Purba. Karena parultop dari marga Purba.

Pada zaman Raja purba ke II (Tuan Rajiman ) upaya meluaskan wilayah terus diperhebat atas bantuan dari panglimanya dari Samosir yaitu si Bette Nang-nag dan Parhole Nasa Anduri marga Simarmata. Maka kampung-kampung disekitar pantai Danau Toba sudah dikuasai, demikian pula Sipinggan, Huta Raja dan kampung-kampung lainnya diwilayah kerajaan Dolog Silau maupun Panei.

2.2 Kerajaan Raya

Raja Raya pertama adalah berasal dari Gurgur Simanindo yaitu nama dari sebuah kampung di pulo Samosir. Di Gurgur ini berkuasa dulunya seorang bernama Ompu Sahajalaon bermarga saragih. Dimana sewaktu serangan musuh melarikan diri dengan anaknya seorang bernama pinang saridan seorang lagi anak dari abangnya yang termasuk golongan Saragih Sumbayak.

Sewaktu menyingkirkan serangan musuh seorang kerbau dinamakan Nanggalutu dan seekor anjing dinamakan Huring Parburu. Mengikuti mereka dari belakang saragih sumbayak dengan memegang ekor dari anjing ini. Berenang melalui danau toba sampai ke kampung Liang Deak, dekat dengan Langgiung ( Purba ).

Disini ia mencari nafkah dengan memancing dan berburu burung. Suatu malam ketika Saragih sumbayak sedang beristirahat si Huring Parburu memasuki Gua Liang Deak. Dan menggonggong terus samapi bosnya pergi untuk melihat apa yang sedang terjadi. Ternyata gua itu sangat besar dan waktu yang lama dia terus berjalan di dalamnya. Sampai dia tidak tahu lagi bagaimana harus maju atau mundur.

Dia berjalan sepanjang malam. Pada satu titik anjing itu mulai anjing itu mulai mengorek tanah sampai akhirnya mencapai permukaan. Dan dengan demikian meninggalkan lobang itu dan sampai di Daerah Raja Raya, Kampung Dusun Nagur. Terletak dekat dengan tempat yang sekarang disebut pematang raya.

Penduduk wilayah tersebut berpikir bahwa saragih Sumbayak bukan manusia biasa. Memberinya penghormatan kepada pangeran. Tetapi dia sendiri berkata kepada raja : Kalau begitu, jangan berpikir bahwa aku adalah roh yang keluar dari bumi. Saya hanya orang miskin yang tersesat di negara ini dengan anjing Si Huring Parburu.

Jadi jika anda merasa kasihan pada saya terima saya di rumah anda, karena saya tidak punya. Raja Dusun Nagur kemudian memberinya perumahan dan biarkan dia melakukan pekerjaan. Dan berkat jerih payahnya semua yang dilakukan berhasil. Sehingga dia menjadi yang terhormat di negeri itu.

Sekarang ketika Raja Dusun Nagur Sudah Tua dan tidak lagi memiliki anak laki – laki. Tetapi hanya satu anak perempuan, ia memberinya kepada saragih sumbayak dan menikah. Setelah raja dusun nagur meninggal, maka saragih sumbayak dinyatakan dan dihormati semua orang sebagai Raja.

Ompu Sohadjoloan juga menyeberangi danau toba bersama putranya, ….

2.3 Kerajaan Tanah Jawa

Seorang penguasa datang dari jawa. Dia datang ke urat yaitu sebuah desa yang ada di pantai selatan semenanjung Samosir. Disana dia bertanya kepada raja tentang apa morganya. Lalu di jawab Sinaga Sinurat. Dan orang jawa tersebut di jawabnya lagi bahwa morga itu juga akan menjadi morga saya mulai sekarang. Dan kita adalah keluarga sekarang.

Dan tanah tersebut dikatakn bahwa tenah tempat saya duduk adalah tanah saya dan aie ini adalah air saya. Dan tanah itu pun disebut Tanah Jawa. Dan sekarang di kenal Yanah Jawa yang pendirinya adalah Morga Sinaga.

2.4 Kerajaan Panei

Menurut Tradisi, keluarga kerajaan pane turun dari Suha Nabolak. Sebuah kampung didirikan dekat Tiga Runggu. Tuan Suha Nabolak memiliki dua putra yang tertua adalah seorang petani. Yang termuda setiap pagi mengambil anggur palem dan membawanya pulang lalu berburu.

Karena dia selalu kembali terlambat, kakanya biasanya makan dulu dan kemudian minum semua aren. Hanya meyisakan sedikit untuknya. Ini membuat si bungsu marah yang akhirnya mencela kakak laki – lakinya.

Kemudian dia meninggalkan rumah dan bersembunyi di hutan. Setelah beberapa waktu, dia memutuskan untuk meninggalkan Suha Nabolak untuk selamanya. Dan dia sampai ke kampung Raja Nagur.

Di wilayah ini dia diakui sebagai Raja setelah kematian ayah mertuanya. Dia segera berusaha memperluas wilayahnya. Karena itu ia menaklukkan Dusun Sapala Tuan yang kemudian di panggil Pematang Pane.

2.5 Kerajaan Silou

Dahulu Tinggal di Tambak Bawang ( Sekarang menjadi Bawahan Dolok Silou ) Djigo adalah putra kepala suku disana. Sebagai petani sederhana, suatu hari ia menemukan seekor burung ( Jenis merpati ) dengan peniupnya tetapi tidak mematikannya.

3. Budaya Batak Simalungun

3.1 Dayok Binatur

3.2 Hinasumba

3.3 Rondang Bintang

4. Pakaian Adat Batak Simalungun

Demikianlah Makalah budaya simalungun ini di buat. Semoga ada dapat memahami makalah budaya batak simalungun ini dengan baik. Dan ketika ada yang kurang pada makalah budaya simalungun ini dapat di lengkapi oleh anda yang sedang mengerjakan tugas. Dimana tugas tersebut adalah mengenai makalah budaya Simalungun.