Dayok Binatur Artinya Dalam Adat Batak Simalungun. Bani panorang on hu jelaskon ma tene tentang filosofi atape arti dayok binatur dalam adat Batak Simalungun on. Halani somal do ai bani adat nami dan Banyak sekali orang – orang yang tidak mengerti tentang budaya ini. Sehingga sering kali para pembuat Dayok binatur simalungun ini kurang lengkap karena tidak memahami arti dayok Binatur ataupun Filosofinya. Sehingga perlu pelurusan tentang pemahaman arti dalam filosofi makanan khas batak Simalungun tersebut. Dan Bahkan dari orang Batak Simalungun ini pun rata – rata tidak pandai membuat atau tahu cara memotongan daging ayam tersebut.

Dalam pemotongan daging tersebut. Seharusnya ada cara atau pemotongan sesuai dengan penyusunan anggota tubuh ayam tersebut. Dan jangan menggunakan ayam potong untuk dayok binatur. Maka hal ini sudah tentu termasuk kesalahan. Karena pada dahulunya tidak menggunakan ayam potong akan tetapi mengunakan ayam kampung. Maka ada beberapa teman ( Hasoman atappe atuppni ) dayok binatur ini ketika sedang ingin di persembah atau di surdukkan.

  1. Dayok Binatur
  2. Bunga Merah Batak Simalugun atau disebut Juga Bunga Raya
  3. Pulur
  4. Wadah Dayok Binatur yang digunakan adalah Pinggan atau piring batu putih.
  5. Demban

Untuk arti dayok Binatur tersendiri adalah Merupakan sebuah doa atau harapan dan ucapan terima kasih. Dan sebagai makna agar terdapat keteraturan dalam menjalankan kehidupan. Sedangkan makna Bunga Merah Sibalugun atau Bunga Raya adalah sebagai lambang semangat atau pantang menyerah dan seperti bunga ini adalah mekarnya rejeki. Sedangkan Demban adalah bukti ketulusan untuk doa peengharapan tersebut sebagai sarana pengantar.Untuk Filosofi pulur sendiri adalah sebagai beban penyeimbang kalau tidak salah.

Maka sebagai halak simalungun memang harus benar – benar paham dengan arti atau pun filosofi tadi. Jangan sampai lupa atau kurang dalam pembuatannya. Hal ini dapat mengurangi atau menghilangkan adat simalungun. Namun memang hal ini sudah mulai hilang. Bahkan setiap daerah atau pun dalam adat simalungun sering kali di jumpai kurang lengkap. Bahkan ada yang di tamba – tambahi seperti menggunakan daun selada.

Cara Memberikan Dayok Binatur

Maka berikut ini adalah kata – kata pembuka yang tepat anda katakan ketika anda sedang manurdukan dayok binatur kepada saudara anda. Andon ma dayok Binatur na dong humbani tini tua ta na sapari. Halani ai andohar ma tongon nasiam taratur pargoluhan nasiam, Anjaha songon bunga bunga in ma rajoki nasiam. Nai homa ni age pe ija siam marianan andohar ulang lupa nasiam hu bani orang tua nasiam on. Jadi di sambungkan lagi dengan kata – kata anda.

Baca Juga :

Dan perlu anda ketahui bahwa jangan mengkonsumsi Daging yang diberikan tersebut sebelum di surdukkan. Hal ini sangatlah pantang dan tidak pernah di lakukan. Membere dayok binatur ai sangga panorang ni.

  • Pesta pernikahan
  • Memasuki Rumah
  • Acara Syukuran seperti baru sehat dari sakit, naik kelas anaknya, baru wisuda
  • Dan lain – lain.

Filosofi Lebih Rinci Tentang Arti Dayok Binatur Merangkum Pada Tolu Sahundulun Lima Saodoran dan Habonaron Do Bona

Setelah kita tadi sudah membahas tentang arti Dayok Binatur secara ringkas maka disini akan di jelaskan secara lebih rinci berdasarkan prinsip Tolu Sahundulan lima Saodoran. Dan hal ini mengacu juga pada prinsip Masyarakat Suku Batak Simalungun yaitu HABONARON DO BONA. Habonaron Do Bona adalah kebenaran ada pada pokoknya. Dimana dasar lambang daerah simalungun ini pada dasar Peraturan Daerah Kabupaten Simalungun Nomor 5 Tahun 1960.

Adapun makna dari lambang Habonaron Do Bona adalah sebagai berikut di bawah ini :

Arti Lambang pada di atas :
  1. Lambang berbentuk perisai terbagi lima petak dengan dasar lambang hijau lahan
  2. Bagian dari atas lambang digambarkan hiou Suri-suri dengan warna hitam yang bersuat ( bersifat ) putih pada hiou Suri-suri bagian atas tertulis nama Daerah Simalungun dengan tulisan warna putih.
  3. Petak kiri atas dan bawah kanan dengan warna merah darah
  4. Petak kiri bawah dan kanan atas dengan warna putih
  5. Petak di tengah-tengah dengan warna kuning emas
  6. Gambar pada petak kiri bawah setangkai padi dengan 17 butir, warna kuning emas.
  7. Gambar pada petak kiri atas daun the dengan jumlah 8 helai dengan warna hijau.
  8. Gambar pada letak kanan atas Bukit Barisan berpuncak dan dua buah puncak di tengah lebih tinggi dari yang disampingnya dengan warna biru dan sebelah bawah gelombang danau empat baris warna biru muda
  9. Gambar petak kanan bawah, bunga kapas 5 kuntum dengan warna putih dan kelopak bunga warna hijau.
  10. Gambar pada petak tengah rumah balai adat dengan susunan galang 10,7 anak tangga, jerjak 8 sebelah, tiang 4, sudut atap lima dan pada rabung atas sedang gambar kepala kerbau dengan warna atap hitam dan galang warna putih.
  11. Garis batas-batas petak dengan warna hitam dan sebelah luar perisai tepi hiou Suri-suri ditambah dengan garis putih.
  12. Pita sebelah bawah perisai dengan warna putih tepinya warna hitam tempat menuliskan semboyan lambang.
  13. Semboyan lambang HABONARON DO BONA dalam bahasa Daerah Simalungun yang artinya kebenaran itu adalah pokok.

Baca Juga :

Dan adapun makna gambaran pada di atas adalah sebagai berikut :

  1. Lambang berbentuk perisai adalah menggambarkan kekuatan dan pertahanan membela kepentingan daerah dan negara.
  2. Bilangan-bilangan pada bagian-bagian lambang adalah simbolik yang menggambarkan kesetiaan kepada Negara RI
  3. Padi dan Kapas kebutuhan pokok untuk mencapai kemakmuran dan keadilan
  4. Daun teh adalah penghasilan yang utama dari Daerah Simalungun
  5. Gunung dan Danau adalah menggambarkan keindahan alamnya
  6. Gelombang Danau menggambarkan dinamika masyarakat
  7. Rumah Balai adalah spesifik daerah yang menggambarkan adat kebudayaan dan kesenian daerah

Ayam Sebagai Lambang Adat Simalungun

Tentu anda bertanya kenapa ayam di jadikan. Atau anda bingung kenapa sama seperti halnya saya dahulu. Maka berikut ini penulis akan menjelaskan mengapa menggunakan ayam tersebut. Maka berikut ini dijelaskan maknanya

  • Pertarungan sampai jatuh bangun memperjuangkan anak – anakmu generasimu ( Induk ayam yang setia menderita mengeram telornya agar menetas ).
  • Berikan empat sehat lima sempurna pada anakmu demi masa depan anakmu ( Induk ayam mengais setiap saat untuk anaknya ).
  • Lindungi atau jaga anak – anakmu jangan disambar Narkoba / Bahaya ( Induk ayam Mangopopkan anakni ).
  • Jangan lupa asalmu ingat MHB jaga asalmu dari Tuhan dan kembali pada Tuhan ( Anak ayam yang melupakan induknya setelah besar ).
  • Mandirikan anakmu dalam segala hal jangan dimanja ( Induk ayam yang mematuk anaknya kalau sudah sebesar puyuh ).
  • Time Is money pergunakan waktu sebaik – baiknya untuk mencari nafkah ( ayam jantan berkokok jam 3 pagi membangunimu ).
  • Jangan terus tenggelam dalam kesedihan dalam kemurkaan, dalam kemalasan dalam hidup duniawi. Lihat ke atas untuk masa depanmu ( Ayam sedang minum kepala ke bawah saat namun pada saat menelan kepala ke atas ).
  • Ingat bahwa semua ciptaan Tuhan yang anda pergunakan dalam hidupmu sebenarnya berpesan ” Hai Manusia kembali pada Tuhan ” ( Ayam jantan martahuak dengan kepala di atas ).
  • Kendalikan emosimu jangan emosi yang menguasai pribadimu. Hindari permusuhan, Walaupun dengan siapa ( ayan jantan sama ayam jantan , pantang jumpa terus tempur ).

Tolu Sahundulan Lima Saodoran

Apakah anda sudah mengerti tentang makna tersebut pada suku Batak Simalungun atau adat simalungun. Jika anda belum mengerti tentang hal tersebut. Maka berikut akan di jelaskan secara singkat.

Tolu Sahundulan terdiri dari :

  • Suhut
  • Tondong
  • Boru

Sedangkan pada lima saodoran adalah pengembangan dari TOLU SAHUNDULAN tadi untuk melengkapinya yaitu :

  • Tondong ni Tondong
  • Boruni Boru / Boru Mintori

Jadi lengkaplah menjadi Lima Saodoran yang meliputi :

  • Suhut / Hasuhutan
  • Tondong
  • Tondong ni Tondong
  • Boru
  • Boru ni Boru

Hal ini dilakukan dalam adat istiadat untuk menjaga atau yang melaksanakan dan fungsi masing – masing. Sehingga akan terlaksana dengan baik acara adat istiadat tersebut. Dan hal ini juga dikenal dengan Sanina pangalopan Riah > Tondong Pangalopan Podah > Boru Pangalopan Gogoh atau Pakkei Marsanina > Horma Martondong > Elek Marboru.

Hal ini lah yang membuat berjalankan adat istiadat di simalungun dengan baik. Sehingga perlu anda ketahui bahwa boru lah yang akan menjadi seksi repot pada acara adat tersebut.

Kesimpulan Pada Arti Dayok Binatur Batak Simalungun

Maka dengan adanya Dayok Binatur, Habonaron do Bona dan Tolu Sahundulan Lima Saodoran. Maka tercipta lah suku Batak simalungun yang mempunyai prinsip adanya keteraturan seperti yang di atas. Dan mempunyai Habonaron do bona sebagai lambang kehidupan masyarakat simalungun. Dan Tolu Sahundulan lima saodoran dimana ada kerja sama masyarakat simalungun dengan aturan tugas yang sudah diketahui masing – masing anggota.

Pentingnya Penjelasan Arti atau Filosifi Dayok Bunatur Kepada Pemuda Batak Simalungun

Kenapa pemuda simalungun harus memahami arti ataupun filosofi tentang adat dalam Batak simalungun ini perihalnya dalam arti dayok Binatur. Hal ini adalah supaya mereka mengetahui makna tersebut sehingga mereka dapat menjalankan filosofi tersebut dengan baik. Dan mereka menjalankan manurduk dayok binatur tersebut tanpa memahami artinya tentu hal ini akan sia – sia. Sehingga mereka adalah ibarat burung beo. Yang hanya ikut – ikutan tanpa mengerti arti adat manurduk tersebut.

Perlu kita ketahui bahwa filosofi ini lah yang membuat dulu leluhur kita menyuruh anak nya sampai sekolah tinggi. Sehingga pada zaman dahulu itu juga pendahulu atau pun ada orang tua kita. Rela bekerja keras demi anaknya. Sehingga mereka hemat atau marsik asal anak nya dapat menempuh perguruan tinggi.

Filosofi Dayok Binatur ini lah yang membuat orang tua kita selalu semangat bekerja. Dan bahkan mereka rela makan ikan asin na i tutung ( Ikan asin yang di bakar ) tanpa mempunyai sayur ketika makan. Mereka selalu berpikir bahwa anakku adalah hartaku. Kebanggan dari mereka adalah ketika melihat anaknya wisuda dalam gelar sarjana dan mendapatkan pekerjaan yang baik.

Maka julukan yang tepat kepada orang tua adalah Inang pangguruan dan Bapaku Na Bujur. Dan julukan tersebut juga adalah sebuah lagu yang dinyanyikan oleh Orang Simalungun. Lagu ini dinyanyikan untuk mengingat kerja keras mereka kepada anaknya.

Siapakah Pencetus Dayok Binatur Simalungun ini

Jika kita mengacu pada sebuah marga saragih yang dimana dia adalah seorang Raja yang disebut Raja Raya pada dusun nagur. Untuk pengertian dari marga saragih ini adalah aturan, suatu perintah , pemilik aturan dan lain – lain. Jika kita menyangkutkan nama Dayok binatur yaitu sebuah ayam yang diatur. Maka siapa yang mengatur tentu dia adalah Raja Raya marga saragih. Ditambah lagi bunga merah yang disebut bunga raja. Maka lengkap sudah hubungan dayok binatur dengan raja raya.

Maka penulis menyimpulkan bahwa Raja raya dari dusun nagur lah yang mungkin memberikan suatu aturan tersebut. Sehingga ini menjadi adat simalungun. Nah bagimanakah pendapat anda. Jika anda mempunyai pendapat tentang hal tersebut. Maka mari berikan masukan anda tentang asal usul Dayok Binatur.

Penutup

Jadi sonai dassa na boi i patorang panulis. Jadi jika ada kesalahan maka mohon maaf. Oleh sebab itu penulis sangat membutuhkan masukan dan kritikan. Untuk dapat memperbaiki artikel ini. Dan hal ini juga dilakukan supaya budaya suku Batak simalungun ini tidak hilang. Dan tidak berkurang filosofinya yang telah mengikuti zaman ini. Dan kita tahu bahwa setiap daerah memiliki cara pembuata. atau nama dari pada Dayok Binatur Simalungun.

Sin Raya Sin Purba
Sin Dolok Sin Panei
Naija Pelang Mahua
Bani Namarholong Ni Atei