Asal Usul Marga Di Simalungun Menurut Buku J.Tideman Dalam Bahasa Belanda. Jika anda masih bingung dengan asal usul marga anda. Maka marilah kita sama – sama belajar sejarah simalungun. Sebelum penulis menuliskan Asal Usul Marga Di Simalungun ini. Maka penulis terlebih dahulu meminta maaf jika ada kesalahan penulisan dalam mengertikan bahasa belanda tersebut. Maka dengan ini penulis meminta masukan dan kritikan untuk membangun arti bahasa belanda ini menjadi bahasa indonesia yang benar.

Dalam Buku J.Tideman tersebut dikatakan bahwa ada empat marga utama dari Batak Simalungun. Adapun empat marga tersebut adalah Damanik, Sinaga, Saragih dan Poerba. Dan ada satu marga yang ada di Si V Koeta dan ada juga imigran dari toba yang membawa marga. Namun adapun empat utama dari Batak Simalungun tersebut dibagi menjadi Sub marga. Adapun sub marga tersebut ada di bawah ini.

Asal Usul Marga Damanik Simalungun

Marga Damanik adalah Kerajaan Marga Siantar. Dimana ini adalah Damanik Bariba yang berasal dari Ueloe. Dan Sejak didirikan wilayah ini sudah 8 generasi terletak di daerah ini.

Dan adapun submarga ini adalah marga Damanik Tomok ( Marga dari Toehan Dolok Malela ) dari Tomok ( Samosir ), Damanik Malau ( Malajoe ), Damanik Ambarita dan Damanik Goerning, Semuanya dari Samosir.

Sejarah mengatakan bahwa marga ini menetap di Siantar akan tetapi ketika mereka menetap di Siantar. Daerah ini di huni oleh Marga Sinaga . Namun demikian diusir dari Tanah Djawa.

Populasi Silampoejang ( Silampoejang berasal dari kata Hindi ) yang sebelumnya merdeka, sekarang sudah menjadi bagian dari Siantar. Marga Saragih munthe berasal dari Simbolon ( Samosir ).

Asal usul Marga Sinaga Simalungun

Marga Sinaga adalah marga kerajaan Tanah Djawa. Dimana berdasarkan legenda sebelumnya dari Urat ( Samosir). Marga ini di bagi menjadi 2 kelompok. Yang satu adalah Sinaga Simalungun dan Sinaga Toba. Kelompok Utama dibagi lagi Sinaga Nadi Hojong Hataran dan Sinaga Nadi Hojong Bodat. Gubernur mandiri dan Djorlang Hataran dan Mardjani Asih milik bekas wilayah, Tuan Dolok Pariboean, Hatoendoekan dan Batangio milik marga Sinaga Nadi Hojong Bodat.

Yang ke dua adalah dari kelompok marga Sinaga Toba , tinggal di daerah Girsang dan Simpangan Bolon. Dan dari disiini dipercayai bahwa ketiga bersaudara ompoe Bonar, lelulur marga Sinaga Sidahappintoe ( Orang – Orang Girsang ), Ompoe Uruk nenek moyang marga Sinaga Sidasoehoet, Porti, Mandalai, Sindalogan, Simandjorang dan Simaibang ( Populasi di simapangan Bolon ). Dan Ompoe Ratoes leluluhurnya marga Sidabariba ( Populasinya parapat, Sibaganding dan daerah tetangga ). Dan Marga Sinaga Sidagoegoer yang sekarang tidak ada lagi.

Baca Juga :

Asal Usul Marga Saragih Simalungun

Saragih adalah kepala Marga Raja dan Silampoejang ( Siantar ). Marga ini memiliki 8 pasak, yaitu Saragih Garingging , yang menjadi milik gubernur mandiri Raja, Saragih Damoenta, Saragih Sitanggang, Saragih Toernip, Saragih Dadjawak, Saragih Dasalak, Saragih Sumbayak dan Saragih Simarmata. Marga ini berasal dari Tamba ( Samosir ) dan Menjadi Raja, Sebagaimana telah disebutkan dalam legenda tentang kerajaan Rajasche, Melalui Garinging ( Karolanden ). Ragih berarti Ketertiban, Jadi Sargih harus diterjemahkan sebagai satu Perintah.

Baca Juga :

Asal Usul Marga Purba Simalungun

Marga Purba adalah Kepala Marga pane dan disebut juga Timur Kaya kecuali sebagian besar Si V Koeta di huni oleh Karo Batak. Poerba berarti Timur yang mana nama Timur Batak ( Lihat pada pendahuluan ). Marga Poerba dibagi menjadi tujuh Sub marga. Purba Dasuha yang menjadi calon gubernur pane milik Purba Sidadolok, Purba Girsang, Purba Tamba, Purba bawang, Purba Dagambir dan Purba pakpak ( dari Marga Raja Poerba ).

Sebagian besar submarga telah mengambil nama mereka dari daerah / bentang alam dimana mereka muncul. Pembagian ini menjadi submarga muncuk ketika hari itu menyerbu tanah asalnya dan menetap didaerah lain. Kita telah melihat contoh – contoh ini dalam legenda tentang subbmarga Poerba Nabolak, Saragih Garingging dan lainnya muncul. Sulit untuk memastikan apakah pemisahan menjadi sub marga masih berlangsung hari ini.

Adapun Sumber ini tertulis pada Buku. SIMELOENGOEN Het Land Der Timoer – Bataks In Zijn Vroegere Isolatie En Zijn Ontwikeling Tot Een Dell Van Het Cultuurgebied Van De Oostkust Van Sumatra. Oleh J. Tideman Asistent – Resident. Dimana tentang asal usul marga di simalungun ini terdapat pada halaman 90 – 91.

Demikianlah Tulisan ini di buat. Semoga hal ini menjadi nilai tambah bagi kita tentang sejarah marga di simalungun. Dan ternyata yang paling menarik adalah tentang marga saragih. Dimana ada tulisan yang perlu diteliti tentang Silampoejang dimana ini berasal dari bahasa HINDI.