Kearifan Lokal Suku Batak Simalungun Yang Wajib Diketahui

Kearifan Lokal Suku Batak Simalungun Yang Wajib Diketahui
4.6/5 - (5 votes)

Kearifan Lokal Suku Batak Simalungun Yang Wajib Diketahui. Halak ( Orang ) Simalungun kaya akan budaya Kearifan lokal yang dimana kurang diketahui oleh masyarakat lainnya. Hal ini dikarenakan masih kurangnya promosi melalui pengembangan promosi melalui grup atau media. Adapun kearifan Lokal Suku Batak Simalungun yang ada pada saat sekarang adalah sebagai berikut.

1. Kearifan Lokal Pesta Rondang Bittang

Pesta Rondang Bittang adalah suatu kegiatan yang bersifat massal serta tradisional pada Halak ( Orang ) Simalungun. Kegiatan pesta ini dilakukan oleh sekelompok masyarakat untuk mengungkapkan rasa kegembiraan setelah selesai panen padi. Pesta ini dilakukan pada saat bulan purnama dimana bintang-bintang turut menambah keindahan terang bulan. Acara yang ditampilkan. Ada berbagai macam seperti menari (manortor), menyanyi ( taur-taur), berbalas pantun (maruppasa) dengan diiringi musik tradisional. Seperti Gual, Sulim, Sordam, Tulila dan sebagainya dan bahkan juga ada kegiatan olah raga ketangkasan tradisional.

Pesta Rondang Bittang merupakan penyampaian rasa syukur dan terimakasih kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala keberhasilan hidup dalam satu tahun penuh. Mempererat rasa kekeluargaan, melestarikan seni budaya bangsa sebagai peninggalan para leluhur, kesempatan bersuka ria di antara seluruh warga masyarakat, dan pewarisan serta kesempatan mempelajari seni budaya bagi generasi muda dan remaja. Pesta Rondang Bittang yang baru-baru ini berlangsung yaitu Pesta Rondang Bittang XXVIII, yang diadakan pada tanggal 23 juni 2013 di Saribu Dolok, Kabupaten Simalungun. Acara ini diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Simalungun melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.


Rondang Bittang merupakan acara tahunan yang diadakan suatu desa karena mendapatkan panen yang baik. Di dalam acara ini banyak bentuk-bentuk kesenian Simalungun yang ditampilkan, seperti Tor-tor sombah yang disebut dengan tarian agung atau tarian klasik yang biasa dipersembahkan untuk menyambut orang-orang yang dihormati jumlah penarinya 6 orang, Huda-huda atau Toping-toping ( tarian Simalungun yang memakai topeng dan paruh burung enggang) diiringi Gual Huda-Huda jumlah penarinya ada 3 orang, Taur-taur (Duet tradisional Simalungun) menggambarkan cinta yang berkomunikasi melalui lagu.

Makna Tor – Tor Sombah

Tor – tor sombah merupakan salah satu tarian tradisional yang berasal dari Halak ( Orang ) Simalungun. Tor – tor ini biasanya digunakan pada acara adat dan saat ada tamu yang datang ke daerah simalungun. Dalam bahasa indonesia arti dari tor – tor sombah berarti tarian menyembah.


Tor – tor sombah atau tari menyembah ini tidak dapat berjalan tanpa iringan sarunei yang hanya juga dimainkan dalam acara adat. Karena tarian adat gerakan tor – tor mengandung makna . misalnya gerakan tangan mempunyai tiga bentuk yaitu :

  1. sombah Artinya menyembah atau menghormati orang yang lebih tinggi kedudukannya didalam adat.
  2. Tolak bala Artinya merupakan simbol untuk menolak bala yang datang dari luar dan simbol untuk memberikan berkat.
  3. Meminta Doa Artinya dalam bahasa simalungun disebut mangindo tonggo. yang artinya memohon perlindungan Tuhan dan meminta restu kepada seseorang yang diangkat sebagai pemimpin adat dilingkungan yang sedang mengadakan pernikahan maupun pesta adat

2. Kearifan Lokal Masakan Khas Batak Simalungun Dayok Binatur

Halak ( Orang ) Simalungun mempunyai masakan khas yaitu Dayok Binatur. Dayok Nabinatur adalah Makanan Khas Simalungun biasanya di hidangkan pada acara adat ataupun acara keluarga contohnya Perkawinan, Pembabtisan Anak, Angkat Sidi, Memasuki Rumah Baru dan lain lain. Dayok Nabinatur ini merupakan jenis makanan yang di olah dari daging ayam jantan dan rempah rempah dan sering di hidangkan dengan 2 jenis hidangan yaitu dengan cara di Panggang dan Digulai. Namun untuk Dayok binatur memiliki cara memasak sendiri dan mempunyai cara penyusunan hidangan tersendiri. Yang dimana pada hal ini memiliki cara pemotongan, bumbu masak, susunan ayam harus sesuai dengan konsep yang sudah ada pada adat Halak ( Orang ) Simalungun


Dayok berarti ayam Nabinatur berarti Keteraturan biasanya di artikan dengan tujuan Agar kehidupan kita teratur seperti keteraturan dari ayam yang sudah diatur sedemikian rupa saat di hidangkan. Jenis ayam yang sering di gunakan adalah Ayam Jantan Kampung.Karena ayam ini sering di simbolkan sebagai Kegagahan , Kekuatan, Kerja Keras, Semangat, Pantang Menyerah, Beribawa,Tangguh, Ulet dan Tanggung Jawab.

3. Kearifan Lokal Simalungun Nitak

Nitak merupakan salah satu makanan khas suku Simalungun di Sumatera Utara. Makanan berbahan gula, garam, kelapa dan tepung ini sering dihidangkan dalam acara-acara tertentu. Itulah kenapa sangat jarang ditemukan di kehidupan sehari-hari. Nitak paling enak dimakan dengan Dayok Nabinatur. Berikut ini bahan dan cara pembuatannya.


Bahan-Bahan:

  • Beras
  • Lada hitam secukupnya
  • Kencur
  • Gula merah
  • Jahe merah
  • 2 buah Kelapa ( untuk di sangrai dan dibiarkan mentah )

Cara Membuat :

  • Tumbuk beras hingga halus atau menjadi tepung. Diusahakan sehalus mungkin untuk hasil yang baik
  • Iris halus gula merah.
  • Tumbuk lada juga hingga halus.
  • Sangrai atau Gonseng ( Bahasa simalungun di saok ) 1 buah kelapa yang sudah diparut.
  • Tumbuk tepung beras, lada hitam, kencur, jahe merah, kelapa mentah, kelapa yang telah disangrai, dan gula merah.
  • Tumbuk sampai lengket dan menjadi adonan yang padat.
  • Pada Nitak yang sudah bagus maka akan berbentuk seperti terbentuk sesuai adonan ( Losung ) dan
  • Setelah itu dibelah-belah menggunakan tangan dengan ukuran 3 sampai 4 cm, sesuai selera.
  • Nitak siap untuk disajikan.

Nitak ini juga di miliki oleh batak Toba yang disebut itak. Nah untuk pembuatan nitak simalungun dapat anda lihat pada video di bawah ini.

Sumber ; http://prettyhutagurgur.blogspot.com/2016/05/rondang-bittang.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *