Sejarah Bukit Gundaling


Sejarah Tempat Wisata Bukit Gundaling Berastagi. Apakah arti dari sebuah nama. Tentu pada sebuah nama memiliki latar belakang, sejarah atau arti sehingga menurut orang nama itu memiliki arti dan tepat sesuai apa yang terjadi. Begitu juga dengan nama tempat wisata bukit Gundaling berastagi kabupaten karo. Ceritanya adalah begini ketika, Saya kemarin yang baru saja pulang dari Wisata Puncak Gundaling berastagi ini mendapatkan informasi bahwa pemberian nama Gundaling tersebut memiliki sejarah. Cerita ini saya dapatkan dari sahabat saya yang kebetulan rumahnya tak jauh dari lokasi bukit gundaling. Bukit Gundaling terletak di Berastagi kabupaten karo dan hanya di perkirakan 2,5 jam dari Medan atau sekitar 150 menit dari medan. Berikut di bawah ini akan di jelaskan sejarah objek wisata tersebut.

Dahulu kala alkisah ini adalah sebuah pemuda dari negara Inggris datang di daerah berastagi tersebut. Pemuda ini adalah seorang penyebar agama nasrani di kabupaten karo Berastagi. Pada waktu itu pemuda dari kebangsaan inggris ini jalan – jalan menyusuri daerah berastagi yang berada di dekat bukit tersebut. Namun ketika jmenyusuri bukit itu pemuda ini bertemu dengan seorang gadis asli daerah kabupaten karo. Gadis ini memiliki karakter yang lembut dan sopan ketika berbicara  dan rambut yang terurai panjang. Wajah gadis ini yang sangat cantik membuat pemuda kebangsaan dari inggris tersebut menjadi tertarik dan membuat hatinya terpikat.
Akhirnya pemuda tersebut menyapa gadis tersebut. Namun bahasa daerah pemuda tersebut yang masih kaku sehingga membuanya merasa sedikit ragu bahwa gadis tersebut akan membalas sapaan pemuda tersebut. Tapi ternyata gadis itu membalasnya , maka mereka pun mulai obrol bersama untuk saling berkenalan. Hingga pada akhirnya tidak terasa sudah sore. Maka gadis tersebut pun permisi untuk pulang kerumah karena orang tua dari gadis tersebut sudah menunggu di rumah. Pemuda inggris tersebut pun sebenarnya ingin masih berlama dengan gadis namun hari sudah sore maka sebagai gadis sudah waktunya pulang.
Maka sejak kejadian itu mereka lebih sering bertemu di Bukit. Pemuda dan gadis itu pun semakin saling merindukan dan membuat mereka bukit tersebut sebagai tempat pertemuan. Mereka pun saling jatuh cinta satu sama lain sehingga membuat keduanya menjadi pasangan kekasih di bukit tersebut. Bukit tersebut adalah tempat obrol bagi kedua pasangan tersebut. Bukit ini di tumbuhi oleh pohon – pohon pinus yang banyak. Setiap ada waktu mereka melakukan pertemuan dan berpisah pada sore hari. Maka keduanya kembali kerumahnya masing – masing. Mereka berdua melakukan pertemuan setiap harinya ketika ada waktu mereka.

Namun orang tua si perempuan sudah mulai curiga melihat anak gadisnya yang sering melamun dan kadang tersenyum – senyum sendiri. Dan telah beberapa lama anak perempuan berastagi ini tidak pernah lagi ikut membantu  kedua orang tuanya keladang  untuk bekerja. Hal ini membuat orang tuanya meyelidiki anak gadis itu kemana pergi ketika  mereka ke ladang. Maka pada suatu hari kedua orang tuanya berpura – pura pergi keladang. Maka anak gadis dari berastagi ini pun keluar untuk menjumpai pemuda inggris tersebut. Setelah di ikuti dari belakang betapa terkejutnya kedua orang tersebut karena anak gadisnya bertemu dengan pemuda asing. Sebagai orang tua gadis ini maka dengan rasa khwatir orang tua ini membawa anaknya pulang kerumah. Sebagai orang tua tentu akan takut terjadi yang tidak baik kepada anak gadisnya. Apalagi pertemuan ini bukanlah di rumah melainkan di sebuah bukit.

Sejak kejadian itu si gadis dari berastagi ini, tidak pernah lagi di kasih keluar rumah. Gadis ini pun dikurung dalam rumah. Anak gadi ini tidak dapat di berikan ijin keluar dari rumah tanpa di temani oleh saudaranya tau harus ijin kepada orang tua dan akan di temani oleh saudaranya. Daan orang tua dari gadi ini pun berencana menikahkan gadis berastagi ini dengan sepupu orang tua tersebut. Rencana pernikahan ini pun dilakukan tanpa persetujuan dari si gadis. Sedangkan gadi ini tersebut terus di kurung dan gadis ini merenung dan menangis setiap hari.

Gadis ini menangis karena tidak bertemu dengan kekasihnya. Sama halnya dengan pemuda inggris tersebut maka pemuda ini pun berusaha pada malam hari menjumpai gadis berastagi. Pemuda itu pun mengendap – endap pada malam hari untuk datang kerumah gadis dan langsung menuju kamar gadis.  Dari samping kamar rumah gadis tersebut pemuda itu memanggil gadis dengan pelan – pelan supaya tidak ketahuan orang tua gadis. Gadis itu pun mendengar suara pemuda inggris tersebut dengan segera ia membuka pintu jendela kamarnya. Dari pintu jendela kamar gadis mengobrol mereka berdua dan gadis ini berkata bahwa dia akan segera menikah dengan sepupunya dan sekarang mereka sudah masa tunangan . Maka terkejutlah pemuda dari inggris tersebut dan dia pun menyarankan agar gadis kabur dari rumahnya.

Maka mereka pun melakukan kesepakatan akan bertemu di bukit tempat biasa mereka berjumpa. Pada keesokan harinya pergilah pemuda itu ke bukit sesuai dengan janji mereka bahwa akan betemu di bukit.  Pemuda itu pun sudah sampai di bukit  maka pemuda itu pun menunggu si gadis. Pemuda itu menunggu gadis dengan rasa gelisah. Sedangkan si gadis berusaha keluar dari rumah. Namun di tengah perjalan si gadis pun di ketahui keluarga telah kabur maka si gadis pun di cari dan di temukan dan di suruh pulang. Dan pada hari itu pun gadis itu akan menikah dengan sepupunya.

Sementara pemuda itu menunggu gadis di bukit dengan rasa gelisah melihat situasi. Dan pemuda itu mondar – mandir kesana ke sini sambil melihat di bawah bukit jalan. Pemuda itu pun memanggil gadi dengan ”Darling ” dengan suara kuat memanggil darling. Namun si gadis belum tiba. Pemuda itu tidak mengetahui bahwa si gadis sudah menikah dengan sepupunya dan tidak mungkin bisa lagi berjumpa dengan pemuda inggris tersebut.

Pemuda tersebut setiap hari menunggu Gadis berastagi dengan mondar – mandir. Dan sambil berteriak ” Darling ”. Hal ini pun dia lakukan terus menerus namun tak kunjung datang. Pada akhirnya pemuda inggris itu memutuskan untuk pergi dari berastagi dengan hati yang luka. Maka sebelum pergi pemuda tersebut memandangi bukit tempat perjumpaan mereka sambil berkata ” Good Bye Darling ” yang memiliki arti selamat tinggal sayang. Dengan kata – kata good bye darling ini dilakukan berteriak sampai beberapa kali hingga bukit itu tak terlihat lagi dari kelopak matanya. Namun masyarakat setempat pada dahulu nya tidak mengerti dengan ucapan oleh pemuda inggris tersebut sehingga di sebut ” Gundaling ” . Hal ini dikarenakan bahasa daerah sehingga masyarakat lebih sering mengatakan Gundaling. Maka dari situlah diberi nama Bukit Gundaling.

Puncak Gundaling



Hingga saat ini bukit Gundaling ini di gunakan sebagai tempat wisata. Namun tempat wisata gundaling tersebut tidak di ceritakan di bukit gundaling. Seharusnya sebagai pengelola harus di tuliskan di tuliskan dalam bukit tersebut sejarah nama Gundaling. Sehingga masyarakat luas mengetahui asal usul nama Bukit Gundaling. Sejarah bukit gundaling ini menjadi tempat wisata bagi orang medan dan daerah lainnya.