Kisah Nyata Hidup Nuri Latifa Efrata Boru Purba. Cerita ini adalah kisah hidup oleh pacar saya yang saya tuliskan di blog saya. Kisah ini di tulis oleh Nuri Latifa Efrata Purba di buku catatan hariannya. Ini adalah cerita kenyataan dalam hidup bukan karangan atau cerita belaka. Berikut ini kisah hidup Nuri Latifa Efrata Purba. Nuri Efrata adalah pacar saya maka semua kisah hidup saya dan pacar saya. Saya akan tuliskan di sini semua.

Foto Ketika Masih SMA 

Tentang Diriku Diwaktu Awal Masuk Kuliah Di STMIK Pelita Nusantara Medan

Ketika saya sekolah di SMA Katolik Lubuk Pakam, Pada waktu itu perguruan Negeri telah melakukan penerimaan mahasiswa – mahasiswi SMA atau setingkat nya melalui jalur undangan pada setiap sekolah.  Saya pun mengambil Jurusan Olahraga berhubungan karena saya adalah mantan seorang pemain Karate. Dikarenakan adanya sertifikat karate menurut saya ini dapat menjadi nilai tambah. Namun hal – hal yang yang tidak di inginkan pun terjadi membuat saya patah semangat untuk mengambil jurusan olahraga sehingga saya membatalkan niat saya mengambil jurusan olahraga. Penyebabnya adalah terlalu reportnya hal – hal yang akan di urus untuk syarat – syarat – syarat penerimaan jurusan olahraga. Dan akhirnya saya pun mengambil jurusan kimia di Universitas Negeri Medan dan di Universitas Sumatera Utara. Namun beberapa minggu kemudian pengumuman pun dibuat dan saya tidak ada terdaftar dalam nama – nama yang lolos masuk dalam perguruan negeri. Saya hanya bersabar dan terus berusaha lagi.

Foto Ketika Juara Karate

Ingin Menjadi TKW karna gagal Masuk Dalam Perguruan Negeri
Di lain waktu pembukaan penerimaan mahasiswa/i perguruan negeri pun dibuka kembali melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri ( SBMPTN ). Saya mencoba kembali lagi dan mengambil  jurusan olahraga, kimia dan fisika namun saya tetap tidak masuk. Ketika hari pengumuman nya saya sangat frustasi. Dan membuat hari – hari aku sering merenung hingga menangis hingga sebulan lamanya hal tersebut aku alami. Hingga saya pun mengatakan kepada mama saya, Mama apakah saya harus menjadi TKW di Malaysia selama 2 tahun Lalu Pulang. Dan mama saya pun menjawab” Tidak usah kata mama. Dan saya pun diam mendengar jawaban mama.

Ditanya Mama Kuliah Dimana
Setelah seminggu kemudian mama pun bertanya kepada saya ” Dimana nya jadinya kamu kuliah Nur ? Saya pun menjawab” Ya sudah di swasta aja mengambil jurusan kimia bagian lab nya. Sehingga saya dan kakak pun mencari perguruan swasta yang ada jurusan kimia. Namun kampus ini terlalu jauh dan harus ngekos. Padahal di sisi lain saya tidak di beri oleh mama saya ngekos dengan alasan tidak bisa memantau saya. Ketika pulang dari kampus tersebut di dalam angkot ada seorang pencuri. Saya merasa takut karena baru kali ini saya naik angkot. Setelah sampai naik rumah langsung saya bilang sama mama. Mama aku tidak mau kuliah di medan banyak kali pencuri takut aku, mama aku makin bingung. Sebulan pun berlalu dan mama lagi membahas mengenai masalah kuliah lagi. Dan mama menyuruh saya untuk kuliah di STMIK Pelita Nusantara Medan.

Aku pun memberontak kuliah apa itu kayak rumah, itu kuliah atau gedung les gak mau aku di situ. Dan mama di situ langsung marah hingga membentak – bentak aku. Gak usah kamu kuliah ” kata mama. Dan saya pun menjawab ya udah, gk usah kuliah.

Satu Bulan Tidak Cakapan Dengan Mama
Dalam satu bulan tidak cakapan dengan mama. Dan pada waktu itu aku malas makan dan nangis terus menerus sehingga pada minggu depannya Oppung doli pun datang kerumah dan saya pun dipanggil oleh oppung doli. Dan semua keluarga di kumpulkan di ruang tamu. Saya tidak tahu, entah dari mana opung doli ini mengetahui permasalahan saya. Mungkin mama yang cerita. Oppung doli pun bertanya kepada saya. Nuri jadi kuliah dimana nya kamu ? Saya hanya diam saja. Karena saya diam akhirnya oppung pun menyatakan ya udah disini aja kamu kuliah yang di bilang mama itu. Jangan kamu liat dari kampusnya tapi ambillah ilmunya karena bukan kampus itu yang akan nanti dapat kerja tapi dari Skillnya. Ungkap oppung doli saya. Namun saya masih hanya diam saja. Namun berapa menit kemudian saya pun menjawab ya udah oppung di situ aja aku kuliah.

Mendaptar Kuliah 
Akhirnya di sore itu juga saya pun pergi mendaftar sama mama. Namun sesampai di kampus tersebut ada resepsionisnya yang menerima kami di kampus tersebut. Tapi setelah melihat jurusan di kampus tersebut tidak ada jurusan yang aku sukai sama sekali. Dan aku malas berantam lagi sama mama ,dengan berat hati aku memilih jurusan teknik informatika jadwal reguler. Besoknya aku pun langsung  kuliah sore karena paginya aku bantuin mama jualan.  Sehingga ini alasan aku mengapa saya kuliah di STMIK Pelita Nusantara. Mungkin ini adalah kisah saya, selanjutnya akan saya tulis di lain waktu. Terima kasih

Foto bersama teman satu kampus