laporan Praktek Kerja Lapangan ( PKL)Pembangkit Listrik Tenaga Gas

4/5 - (3 votes)
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Kerja Praktek
Kemampuan dari suatu individu dalam mengikuti akselerasi kemajuanteknologi merupakan indikator dari masyarakat pengguna jasa dalam memilih SDM (Sumber Daya Manusia).terbaik yang nantinya akan bersaing dengan SDM yang lain, baik dari dalam maupun dari luar negeri. Kemampuan yang terdefenisi disini adalah kemampuan dalam   menguasai teori yang digunakan dalam mengembangkan teknologi yang telah dimilikinya serta kemampuan praktis yang digunakan dalam mengimplementasikan  teknologi  itu  sendiri,  dimana  kedua  kemampuan  ini sewajarnya berjalan seiring.
Maka Program Studi Teknik Mesin, Jurusan Teknik Mesin, Institut Teknologi Medan (ITM) berusaha memberikan sumbangan di dalam usaha mempersiapkan mahasiswanya menjadi SDM yang siap untuk menghadapi era globalisasi dan tantangan yang semakin berat.
Di dalam lembaga pendidikan yang merupakan tempat untuk menempah SDM, yang pada umumnya memberikan pendidikanyang lebih memfokuskan kepada pengetahuan yang bersifat praktis. Oleh karena itu untuk lebih mendalami pengetahuan praktik diperlukan kerja sama antara Institut Teknologi Medan (ITM)  dan industri melalui Praktik Kerja Lapangan (PKL). Dengan adanya program PKL ini diharapkan kepada mahasiswa dapat menambah pengetahuan dan keterampilan di bidang teknik mesin.
1.2. Tujuan Dan Manfaat Kerja Praktek
Secara teoritis, kerja praktik bertujuan untuk membandingkan teori-teori yang didapatkan di perkuliahan dengan praktik yang ada di lapangan atau industri sebenarnya, dan dalam hal ini khususnya bidang mesin pembangkit tenaga.Di samping itu juga mempelajari sistem manajemen yang ada pada perusahaan.
Adapun manfaat yang diperoleh dari Kerja Praktik ini antara lain :
1.      Bagi Mahasiswa
          Dapat Memahami berbagai sistem kerja yang ada pada perusahaan atau industri.
          Menambah dan mengembangkan wawasan baik secara teoritis maupun secara praktis.
          Memperoleh kesempatan berlatih pada dunia industri.
2.      Bagi Perguruan Tinggi
Mempererat kerja sama dan sosialisasi antara perusahaan dan perguruan tinggi.
3.      Bagi Perusahaan
Memudahkan dalam mencari sumber daya yang profesional dengan memberikan kontribusi pendidikan melalui kerja praktik.
1.3. Batasan Masalah
Dalam industri pembangkitan listrik yang terdapat di PT. PLN (Persero) Pembangkitan Sumatera Bagian Utara Sektor Pembangkitan Medan PLTG Paya Pasir terdapat objek kerja yang banyak dan luas.Oleh karena batasan masalah diperlukan agar mahasiswa lebih fokus pada bidang yang dimiliki yaitu bidang teknik mesin.Maka dalam Kerja Praktik ini mahasiswa difokuskan pada Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG). Dalam hal ini mahasiswa dibimbing dan dilibatkan dalam mempelajari sistem operasi dan pemeliharaan pada Turbin Gas
1.4..Metode Pelaksanaan Kerja Praktek
Kerja Praktik ini dilaksanakan di PT. PLN (Persero) Pembangkitan Sumatera Bagian Utara Sektor Pembangkitan Paya Pasir. Kerja Praktik ini dilaksanakan dengan dua metode, yaitu :

1.      Metode Diskusi
      Diskusi dilakukan antara mahasiswa dengan mahasiswa dan antara mahasiswa dengan pembimbing lapangan mengenai sistem operasi dan pemeliharaan peralatan-peralatan yang digunakan.
2.      Metode Observasi
      Dalam metode ini mahasiswa didampingi oleh pembimbing lapangan dalam melakukan pengamatan atau observasi langsung pada objek kerja dan instrumen-instrumennya.
1.5. Visi, Misi, Dan Motto Perusahaan
Ø  Visi
diakui sebagai organisasi kelas dunia yang bertumbuh kembang, unggul, dan terpercaya dengan bertumpu pada potensial insani.
menjadi perusahaan pembangkit listrikterbaik se-regional sumatera bagian utara yang menghasilkan energi berkesinambungan dengan pengolaan aset pembangkit yang mengacu kepada standar kinerja kelas dunia dengan bertumpu pada potensi insani
Ø Misi
v  menjalankan usaha pembangkitan energi listrikyang efisien,andal, dan berwawasan lingkungan.
v  Menerapkan tata kelola pembangkit kelas dunia yang didukung oleh SDM berpengalaman dan berpengetahuan.
v  Menjadikan budaya perusahaan sebagai tuntunan di dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawab.
v  Menjalankan usaha-usaha lain yang menunjang bidang ketenagalistrikan.
Seperti halnya unit PLN lain, tata nilai yang dikembangkan di lingkungan KITSBU adalah:  Saling Percaya; Integritas; Peduli; Pembelajar.
v  mengoperasikan dan memelihara pembangkit listrik agar selalu dapat memberikan listrik untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
v  melakukan pengawasan pembangkit sewa agar tetap memberikan tenaga listrik untuk memenuhi kebutuhan listrik pelanggan PLN.
v  meningkatkan kualitas SDM lingkungan sektor pembangkitan medan dengan berpedoman pada SIPP (saling percaya, intrigitas, peduli, dan pembelajari.
v  menjadikan kinerja PT. PLN (persero) sektor pembangkitan medan meningkat berkelanjutan.
v  menjalankan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan.
Ø Motto
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik ( electricity for a better life )
1.6. Tempat dan Waktu
Praktek Kerja Lapangan dilaksanakan di PT PLN (Persero) Pembangkitan Sumatera Bagian Utara Sektor Pembangkitan Paya Pasir. Dimulai pada tanggal 21November 2016 s/d 02Desember 2016.

BAB II
TINJAUAN
UMUM MENGENAI PERUSAHAAN
2.1.   Sejarah Berdirinya PT. PLN (Persero) Pembangkitan Sumbagut Sektor             Pembangkitan Medan unit PLTG Paya Pasir
            PT. PLN (Persero) Pembangkitan Sumbagut Sektor Pembangkitan Medan yang didirikan pada tanggal 20 maret 2007 adalah salah satu pembangkit tenaga listrik yang ada di provinsi Sumut, terletak 17 Km sebelah utara kota Medan dengan 3 Unit kerja yaitu, PLTG Paya Pasir, PLTG Glugur, PLTD Titi Kuning.
            Untuk memenuhi segala kebutuhan akan energi listrik di kota Medan dan sekitarnya yang semakin meningkat, dibangun suatu pembangkit listrik tenaga gas (PLTG). Adapun lokasi pembangunannya dipilih sebelah Utara kota Medan tepatnya di Medan Marelan dengan Luas areal lebih kurang 33 ha. PT. PLN (Persero) Wilayah II Sumatera Utara pada waktu memilih daerah tersebut sebagai lokasi PLTG adalah berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang matang baik pada masa kini maupun yang akan datang. Pertimbangan-pertimbangan itu antara lain:
1.      Mengigat PLTG Glugur dan PLTD Titi Kuning tidak mungkin lagi membangun pembangkit yang baru karena arealnya tidak memungkinkan lagi dan semakin banyaknya pemukiman penduduk di sekitarnya;
2.      Lancarnya sarana lalu lintas ke PLTG sehingga memungkinkan transportasi berjalan dengan baik;
3.      Lokasi PLTG Paya Pasir dekat dengan sungai yang bermuara ke Belawan, sehingga terjadinya banjir sangat kecil karena aliran parit dari lokasi dapat dialirkan ke sungai;
4.      Untuk membantu daya listrik daerah Kecamatan Medan Marelan, Medan labuhan dan sekitarnya mengingat di daerah ini banyak didirikan pabrik-pabrik industri dan perumahan penduduk
5.      Lokasi PLTG Paya Pasir yang dekat dengan Pertamina Labuhan-Belawan sehingga memungkinkan penyaluran bahan bakar untuk unit pembangkit listrik melalui pipa bawah tanah.
2.2.   Struktur Organisasi Perusahaan
      Suatu perusahaan melakukan produksi sesuai dengan organisasi perusahaan tersebut. Struktur perusahaan yang baik akan memajukan perusahaan tersebut. PT PLN (Persero) Pembangkitan Sumbagut Sektor Pembangkitan Medan mempunyai struktur organisasi tersendiri agar sistem manajemen kerja dapat diterapkan dan pembagian tugas-tugas kerja dapat diketahui dengan jelas.
      Pada dasarnya Manajer Sektor PT PLN (Persero) Pembangkitan Sumbagut Sektor Pembangkitan Medan membawahi langsung Asisten Manajer Enginering, Asisten Manajer Operasi, Asisten Manajer Pemeliharaan, Asisten Manajer SDM & Keuangan, Manajer PLTD Titi Kuning, Manajer PLTG Glugur. Struktur organisasi PT PLN (Persero) Pembangkitan Sumbagut Sektor Pembangkitan Medan yang lengkap dan terperinci sesuai dengan keputusan General Manager PT PLN (Persero) Pembangkitan Sumatera Bagian Utara Nomor: 254.K/GMKITSBU/2008.
      Adapun Tugas Pokok, Wewenang dan Tanggung Jawab dari masing-masing pemegang jabatan sesuai Keputusan General Manager PT PLN (Persero) Pembangkitan Sumatera Bagian UtaraNomor: 254.K/GMKITSBU/2008 adalah sebagai berikut :
MANAJER SEKTOR
         Tugas pokok Manajer Sektor adalah bertanggung jawab atas pencapaian produksi tenaga listrik secara efisien dengan mutu dan keandalan yang baik dengan berorientasi kepada pemenuhan kebutuhan pelanggan serta bertanggung jawab atas pengelolaan dan pemeliharaan seluruh aset perusahaan yang menjadi tanggung jawab unitnya.
Dalam melaksanakan tugas pokoknya Manajer Sektor dibantu oleh :
A. Asisten Manajer Enginering
         Tugas pokok Asisten Manajer Enginering adalah merencanakan dan mengavaluasi pengoperasian dan pemeliharaan sesuai dengan target kinerja dan kebijakan yang ditetapkan oleh perusahaan, mengavaluasi pelaksanaan keselamatan ketenagalistrikan dan pengelolaan lingkungan di sekitar sektor pembangkitan, mengusulkan pengembangan teknologi informasi serta pengelolaannya, serta membina Sumber Daya Manusia di bagian Enginering.
         Untuk melaksanakan tugas pokoknya Asisten Manajer Enginering dibantu opleh staf yang terdiri dari Jabatan Fungsional.
B. Asisten Manajer Operasi
         Tugas pokok Asisten Manajer Operasi adalah bertanggung jawab terhadap pengoperasian dan sistem pembangkitan tenaga listrik, pengelolaan dan pemakaian bahan bakar dan pelumas, mengawasi pengelolaan serta membina di bagian Operasi.
         Untuk melaksanakan tugas pokoknya Asisten Manajer Operasi dibantu oleh staf yang terdiri dari:
           1.      Supervisor Operasi
      Tugas pokok Supervisor Operasi adalah melaksanakan, mengevaluasi dan mengkoordinasikan kegiatan pengoperasian unit pembangkit serta gangguan-gangguan yang terjadi pada mesin-mesin pembangkit dan melakukan penormalan unit-unit pembangkit pasca gangguan.
      Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut Supervisor Operasi dibantu oleh staf yang terdiri dari Jabatan Fungsional.
              2.      Supervisor Pengusahaan Pembangkit
      Tugas pokok Supervisor Pengusahaan Pembangkit adalah mengelola dan mengevaluasi persediaan dan pemakaian bahan bakar serta sistem produksi air, merencanakan dan monitoringkebutuhan bahan kimia dan peralatan laboratorium serta mengecek kualitas bahan bakar.
      Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut Supervisor Pengusahaan Pembangkit dibantu oleh staf yang terdiri dari Jabatan Fungsional.
C. Asisten Manajer Pemeliharaan
            Tugas pokok Asisten manajer Pemeliharaan adalah bertanggung jawab terhadap pemeliharaan sistem pembangkitan serta keandalan tenaga listrik dan menyusun Rancangan Anggaran biaya pemeliharaan pembangkit serta membina sumber daya manusia di Bagian Pemeliharaan.
            Untuk melakukan tugas pokok tersebut Asisten Manajer Pemeliharaan dibantu oleh staf yang terdiri dari :
         1.      Supervisor Pemeliharaan Listrik
      Tugas pokok Supervisor Pemeliharaan Listrik adalah mengevaluasi dan merancang teknik pemecahan masalah-masalah pemeliharaan listrik, mengusahakan agar pelaksanaan rencana pemeliharaan benar-benar sesuai dengan anggaran pemeliharaan listrik yang diusulkan dari jadwal yang telah ditentukan, serta mengawasi pekerjaan pemeliharaan listrik pembangkit.
      Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut Supervisor Pemeliharaan Listrik dibantu oleh staf yang terdiri dari Jabatan Fungsional.
         2.      Supervisor Pemeliharaan Kontrol dan Instrumen
      Tugas pokok Supervisor Pemeliharaan Kontrol dan Instrumen adalah mengevaluasi dan merancang teknik pemecahan masalah-masalah pemeliharaan kontrol instrumen, mengusahakan agar pelaksanaan rencana pemeliharaan benar-benar sesuai dengan anggaran pemeliharaan kontrol instrumen yang diusulkan dari jadwal yang telah ditentukan, serta mengawasi pekerjaan kontrol instrumen serta membuat laporan secara periodik.  
      Untuk melakukan tugas pokok tersebut Supervisor Pemeliharaan Kontrol dan Instrumen dibantu oleh staf yang terdiri dari Jabatan Fungsional.
          3.      Supervisor Pemeliharaan PLTG/D dan Alat Bantu
Tugas pokok Supervisor Pemeliharaan PLTG/D dan Alat bantu adalah mengawasi dan melaksanakan pemeliharaan mesin bulanan dan tahunan serta membuat laporan pemeliharaan secara periodik, mengawasi dan melaksanakan pemeliharaan overhaul, membuat Rencana Anggaran Biaya usulan pekerjaan pemeliharaan mesin, membuat berita acara kerusakan peralatan serta mengupayakan perbaikannya dan mebuat laporan periodik.
      Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut Supervisor Pemeliharaan PLTG/D dan Alat Bantu dibantu oleh staf yang tersiri dari Jabatan Fungsional.
D. Asisten manajer SDM & Keuangan
            Tugas pokok Asisten Manajer SDM & Keuangan adalah bertanggung jawab terhadap pelaksanaan dan pembinaan kegiatan kesekretariatan dan rumah tangga kantor, pelaksanaan pembinaan dan administrasi Sumber Daya Manusia, pengelolaan sistem manajemen Unjuk Kerja pegawai, merencanakan Pendidikan & Pelatihan pegawai, mengendalikan anggaran dan pendanaan serta analisis penyerapannya, analisis neraca/laporan laba rugi, mengelola perbekalan dan pergudangan.
            Dalam melaksanakan tugas pokoknya Asisten Manajer SDM & Keuangan dibantu oleh :
        1.      Supervisor Sekretariat dan Umum
      Tugas pokok Supervisor Sekretariat dan Umum adalah melaksanakan kegiatan kesekretariatan dan rumah tangga kantor, pemeliharaan kendaraan dinas dan pengadaan fasilitas atau sarana kantor serta pemeliharaannya dan pelaksanaan kehumasan.
      Untuk melakukan tugas poko tersebut Supervisor Sekretariat dan Umum dibantu oleh staf yang terdiri dari Jabatan Fungsional.
          2.      Supervisor K3 dan Keamanan
      Tugas pokok Supervisor K3 dan Keamanan adalah mengelola dan mengawasi pelaksanaan administrasi K3 dan keamanan di lingkungan karyawan, mitra kerja sesuai dengan target yang telah ditetapkan, merumuskan sistem/pola tentang K3 dan keamanan yang optimal dan kebutuhan peralatn K3 sesuai ketentuan, menyusun SOP tentang K3 dan Keamanan untuk pedoman pelaksanaan serta melaksanakan sosialisasi k3 secara periodik untuk ketaatan pelaksanaan.
      Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut Supervisor K3 dan Keamanan dibantu oleh staf yang terdiri dari Jabatan Fungsional.
          3.      Supervisor kepegawaian dan Diklat
      Tugas pokok Supervisor kepegawaian dan diklat adalah mengelola SDM dan kesejahteraan pegawai serta pengelolaan emolumen pegawai, termasuk membantu penyusunan anggaran biayanya, mengidentifikasi potensi pengembangan pegawai di Unit, merencanakan kebutuhan diklat bagi pegawai untuk menunjang kinerja Perusahaan.
      Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut Supervisor Kepegawaian dan Diklat dibantu oleh staf yang terdiri dari Jabatan Fungsional.
         4.      Supervisor Anggaran & Keuangan
      Tugas pokok Supervisor Anggaran & Keuangan adalah mengelola dan mengendalikan kas serta pengelolaan administrasi perpajakan (memungut, menyetor dan melaporkan pajak-pajak) dan menganalisis arus kas serta membuat laporan keuangan secara periodik.
      Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut Supervisor Anggaran dan keuangan dibantu oleh staf yang terdiri dari Jabatan Fungsional.
         5.      Supervisor Akutansi
      Tugas pokok Supervisor Akutansi adalah melaksanakan akutansi umum, akutansi biaya dan penyediaan serta AT/PDP, mengelola akutansi aktiva tetap serta menganalisis neraca laba rugi serta membuat laporan akutansi secara periodik.
      Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut Supervisor Akutansi dibantu oleh staf yang terdiri dari Jabatan Fungsional.
          6.      Supervisor Logistik
      Tugas pokok supervisor Logistik adalah mengelola permintaan pengadaan barang, memonitor rencana anggaran biaya dan harga pokok satuan yang telah disahkan oleh Manajer Sektor, memeriksa kontrak-kontrak pengadaan barang, mengelola administrasi pergudangan.
Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut Supervisor Logistik dibantu oleh staf yang terdiri dari Jabatan Fungsional.

E. Manajer Pusat Listrik.
            Tugas pokok Manajer pusat Listrik adalah bertanggung jawab atas pengoperasian dan pemeliharaan unit pembangkit agar sesuai dengan target kinerja perusahaan, membantu pencapaian produksi tenaga listrik secara efisien dengan mutu dan keandalan yang baik serta menjaga seluruh asset perusahaan yang menjadi tanggung jawab unitnya.Untuk melakukan tugas pokoknya, Manajer Pusat Listrik dibantu oleh staf yang terdiri dari Jabatan Struktural dan Fungsional.
2.3.   Metode Kerja.
Teknisi atau supervisor harus mengontrol metode kerja yang meliputi :
a.   Memeriksa bahwa
1)      Alat pengaman dalam kondisi baik
2)      Penerangan yang cukup
3)      Peralatan kerja atau mesin dalam keadaan aman
4)      Pengaturan ruangan yang aman
b.   Pengawasan terhadap bahaya
1.      Periksa metode kerja yang dipakai
2.      Perhatikan cara kerjayang berbahaya
c.   Menanggulangi kecelakaan bahaya dengan
1)      Memberikan metode kerja yang baik
2)      Memasang tanda peringatan
3)      Memberikan peringatan
4)      Memasang alat pengaman
1.4.      Manajemen Perawatan.
Untuk membangun suatu pembangkit listrik tenaga gas diperlukan suatu pemikiran, waktu dan biaya yang tidak sedikit. Oleh karena itu, setelah unit pembangkit beroperasi diharapkan mampu membangkitkan tenaga maksimal.
Pemeliharaan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam satu unit pembangkit dan hanya dengan melaksanakan pemeliharaan kelangsungan suatu unit akan terjamin. Adapun tujuan utama dari pemeliharaan suatu unit adalah :
  1. Mempertahankan atau meningkatkan keadaan unit (unit availability)
  2. Mempertahankan atau meningkatkan efisiensi unit (unit efficiency)
  3. Mempertahankan atau meningkatkan keselamatan (safety)
Mengingat betapa pentingnya faktor pemeliharaan, maka sistem pemeliharaan haruslah direncanakan, dikendalikan dan dilaksanakan dengan baik dan sungguh­-sungguh agar sasaran dan tujuan utama dapat tercapai antara perencana dan pelaksana haruslah terjalin suatu sistem yang terpadu, saling memberikan informasi dan saling mendukung.


BAB III
TINJAUAN PUSTAKA
1.1.      Pengertian PLTG.
            Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) merupakan sebuah pembangkit energi listrik yang menggunakan peralatan/mesin turbin gas sebagai penggerak generatornya. Turbin gas dirancang dan dibuat dengan prinsip kerja yang sederhana dimana energi panas yangdihasilkan dari proses pembakaran bahan bakar diubah menjadi energi mekanis danselanjutnya diubah menjadi energi listrik atau energi lainnya sesuai dengan kebutuhannya.Sistem PLTG menggunakan prinsip siklus Brayton yang dibagi atas siklus terbuka dan siklustertutup. Pada siklus terbuka, fluida kerja adalah udara atmosfer dan pengeluaran panas diatmosfer karena gas buang dari turbin dibuang ke atmosfer. Adapun kekurangan dari turbingas adalah sifat korosif pada material yang digunakan untuk komponen-komponen turbinnyakarena harus bekerja pada temperature tinggi dan adanya unsur kimia bahan bakar minyakyang korosif (sulfur, vanadium dll), tetapi dalam perkembangannya pengetahuan materialyang terus berkembang hal tersebut mulai dapat dikurangi meskipun tidak dapat secarakeseluruhan dihilangkan. Dengan tingkat efisiensi yang rendah hal ini merupakan salah satudari kekurangan sebuah turbin gas juga dan pada perkembangannya untuk menaikkanefisiensi dapat diatur/diperbaiki temperature kerja siklus dengan menggunakan materialturbin yang mampu bekerja pada temperature tinggi dan dapat juga untuk menaikkanefisiensinya dengan menggabungkan antara pembangkit turbin gas dengan pembangkit turbinuap dan hal ini biasa disebut dengan combined cycle.
   
Pembangkit listik PLTG Paya pasir


3.2 Penerapan Siklus Brayton pada PLTG
Siklus ideal  dalam siklus tertutup pada PLTG adalah siklus Brayton, yang terdiri dari empat proses yaitu :

1 – 2 Kompresi isentropik (isentropic compression) di kompresor
2 – 3 Penambahan panas tekanan tetap (constant pressure heat addition)
3 – 4 Expansi isentropik (isentropic expansion) di turbin
4 – 1 Pembuangan panas tekanan tetap (constant pressure heat rejection)

·  Pertama, turbin gas berfungsi menghasilkan energi mekanik untuk memutar kompresor dan rotor generator yang terpasang satu poros, tetapi pada saat start up fungsi ini terlebih dahulu dijalankan oleh penggerak mula (prime mover).
Penggerak mula ini dapat berupa diesel, motor listrik atau generator turbin gas itu sendiri yang menjadi motor melalui mekanisme SFC (Static frequency Converter). Setelah kompresor berputar secara kontinu, maka udara luar terhisap hingga dihasilkan udara bertekanan pada sisi discharge (tekan) kemudian masuk ke ruang bakar.
Kedua, proses selanjutnya pada ruang bakar, jika start up menggunakan bahan bakar cair (fuel oil) maka terjadi proses pengkabutan (atomizing) setelah itu terjadi proses pembakaran dengan penyala awal dari busi, yang kemudian dihasilkan api dan gas panas bertekanan. Gas panas tersebut dialirkan ke turbin sehingga turbin dapat menghasilkan tenaga mekanik berupa putaran.Selanjutnya gas panas dibuang ke atmosfir dengan temperatur yang masih tinggi.Proses seperti tersebut diatas merupakan siklus turbin gas, yang merupakan penerapan Siklus Brayton. Siklus tersebut dapat digambarkan sebagai berikut :

  • Langkah 1-2 : Udara luar dihisap dan ditekan di dalam kompresor, menghasilkan udara bertekanan (langkah kompresi)
  •  Langkah 2-3 : Udara bertekanan dari kompresor dicampur dengan bahan bakar, terjadi reaksi  pembakaran yang menghasilkan gas panas (langkah pemberian panas)
  • Langkah 3-4 : Gas panas hasil pembakaran dialirkan untuk memutar turbin (langkah ekspansi). 
  • Langkah4-1 : Gas panas dari turbin dibuang ke udara luar (langkah pembuangan). Salah satu kelemahan mesin turbin gas (PLTG) adalah efisiensi termalnya yang rendah.Rendahnya efisiensi turbin gas disebabkan karena banyaknya pembuangan panas pada gas buang.Dalam usaha untuk menaikkan efisiensi termal tersebut, maka telah dilakukan berbagai upaya sehingga menghasilkan mesin siklus kombinasi seperti yang dapat kita jumpai saat ini. Untuk siklus kombinasi tersebut akan kita bahas selanjutnya.

3.3.Prinsip Kerja PLTG
Turbin gas suatu PLTG berfungsi untuk mangubah energi yang terkandung di dalam bahan bakarmenjadi mekanis. Fluida kerja untuk memutar Turbin Gas adalah gas panas yang diperoleh dari prosespembakaran. Proses pembakaran memerlukan tiga unsur utama yaitu :
1. Bahan Bakar
2. Udara

3. Panas
Dalam proses pembakaran ini bahan bakar disuplai oleh pompa bahan bakar (fuel oil pump) apabila digunakan bahan bakar minyak, atau oleh kompresor gas apabila menggunakan bahan bakar gas alam. Pada umumnya kompresor gas disediakan oleh pemasok gas tersebut.Udara untuk pembakaran diperoleh dari kompresor utama, sedangkan panas untuk awal pembakaran dihasilkan oleh ignitor (busi). Proses pembakaran dilaksanakan didalam Combustion Chamber (ruang bakar). Energi mekanis yang dihasilkan oleh turbin gas digunakan untuk memutar generator listrik, sehingga diperoleh energi listrik. Tentu saja untuk dapat berjalannya operasi PLTG dengan baik perlu dilengkapi dengan alat-alat bantu, kontrol, instrumentasi, proteksi, dan sebagainya.

3.4 Bagian-bagian PLTG
1).Transfer pump
Transfer pump (pompa transfer) berfungsi untuk memindahkan fluida yang berupa HSD oildari tank menuju ruang bakar.
Gambar pompa transfer pada PLTG paya pasir
2). Kompressor
      Kompresor mengambil udara atmosfer dan merubahnya menjadi udara bertekanantinggi untuk membantu proses pembakaran di ruang bakar.Kompresor terdiri dariintake air filter, Inlet Guade Van (IGV), sudu-sudu tetap dan sudu-sudu jalan yang berjumlah 19 stages. Adapun fungsinya untuk menarik udara luar masuk ke ruang bakarsebagai proses pembakaran dan media pendingin.
Gambar kompresor PLTG paya pasir

3). Combustion Chamber
Combustion Chamber adalah ruangan tempat proses terjadinya pembakaran. Ada Turbin Gas yang memiliki satu atau dua Combustion Chamber yang letaknya terpisah dari casing turbin, akan tetapi yang lebih banyak di jumpai adalah memiliki Combustion Chamber dengan beberapa buah Combustor Basket, mengelilingi sisi masuk (inlet) turbin. Contohnya PLTG di PLTGU Gresik memiliki satu Combustion Chamber berisi 18 buah Combustor Basket,sedangkan PLTG Bali memiliki satu Combustion Chamber berisi 8 buah Combustor Basket yang terpasang jadi satu dengan casing turbin .Di dalam Combustion Chamber dipasang komponen – komponen untuk proses pembakaran beserta sarana penunjangnya, diantaranya :
– Fuel Nozzle
– Combustion Liner (Combustion Basket)
– Transition Piece
– Ignitor
            – Flame Detector   
4). Turbine
Turbin gas berfungsi untuk mengekspansi gas panas hingga menghasilkanenergi mekanis untuk menggerakkan generator.Putaran yang dihasilkan oleh turbin melalui proses pembakaran adalah 5200 rpm,kemudian putaran tersebut diturunkan oleh gear box menjadi 3400 rpm.Putaran tersebut di teruskan ke generator listrik.

5).Gear box

Gear box berfungsi sebagai mesin yang meneruskan dan menurunkan putaran dari proses pembakaran yang dihasilkan oleh turbin,dimana putaran yang di hasilkan oleh turbin adalah 5200 rpm 50 hz kemudian di turunkan menjadi 3000 rpm 30hz samapai kepada generator.
6). Generator
Generator berfungsi untuk menghasilkan energi listrik.Daya atau energi listrik yang dihasilkan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) paya pasir ini adalah sebesar 34 mw(34000 kw) dengan  putarangenerator sebesar 3400 rpm.

3.5 Sistem Penyusun Gas Turbin.
1). Fuel Oil System (Sistem Bahan Bakar).
HSD Oil (High Speed Diesel) digunakan sebagai bahan bakar pada sistem pembakaran pada PLTGU ini. Sistem pembakaran tersebut dimulai dari  tangki penampungan (HSD Oil Tank) yang dipompa menggunakan TransferPump denganmelalui flowmeter untuk perhitungan pemakaiannya.
Gambar  nozzle
Selanjutnya untuk mendapatkanhasil pembakaran menjadi lebih sempurna diperlukan tekanan cukup besar, untukmendapatkan hasil tersebut digunakan Main Oil Pump yang terpasang dan berputarmelalui hubungan poros turbin gas dengan Accesories Gear atau Load Gear. Untukmengatur jumlah aliran bahan bakar yang masuk ke ruang bakar diatur dengan ControlValve (CV), selanjutnya aliran bahan bakar tersebut dikontrol lagi oleh kombinasi dariPrimary Fuel Throttle Valve dan Secondary Fuel Throttle Valve.
Gambar Tangki Minyak( Dally Tank)
2). Lube Oil System (Sistem Pelumasan).
Sistem pelumasan digunakan untuk melumasi bearing turbin gas, bearing generator, dan juga untuk menyuplai minyak untuk sistem hidraulik pada main stop pump (AOP). Main stop pump (AOP) distart untuk menyuplai minyak dalam bearingturbin gas dan generator, untuk selanjutnya turbin gas diputar pada putaran turning gear pada putaran 3 rpm. Hal ini bertujuan agar start up gaya geser (friction force) yangterjadi diantara metal bearing dengan poros turbin gas dan generator dapat dikurangi.Setelah turbin gas mulai start dan putaran mulai naik sampai putaran nominalnya, makasupply minyak pelumasan diambil alih dari AOP ke Main Lube Oil Pump (MOP).Dimana, Main Lube Oil Pump ini diputar melalui hubungan antara Accessories gearatau Load gear dengan poros turbin.
Gambar pompa Oil
3). Cooling System (Sistem Pendingin).
Tingginya temperatur minyak pelumas setelah digunakan melumasi bearingturbin dan bearing generator akan masuk ke lube oil cooler untuk didinginkan olehsistem pendingin minyak pelumas dengan media pendinginnya adalah air. Setelah digunakan sebagai media pendingin minyak pelumas ,air tadi akan berubah menjadi bertemperatur tinggi kemudian akan didiinginkan didalam ACWC (Air Cooler WaterCooler) yang sistemnya mirip dengan radiator.
Gambar Radiator


4). Starting System (Sistem Start).
Peralatan Start (Starting System) di dalam turbin gas digunakan sebagai penggerak mula, hal ini diperlukan karena pada saat start kondisi turbin masih belum mampu menggerakkan generator dan kompressor dikarenakan belum terjadinya   pembakaran. Starting turbin gas memerlukan momen yang besar karena berat dariturbin dan generator sehingga dipasang pony motor yang di pasang secara seri denganstaring motor. Mula-mula starting device dioperasikan untuk menggerakkan turbin gasdan generator. Pada putaran tertentu, kompressor telah menghasilkan udara bertekanan,dan pembakaran dilakukan di ruang bakar. Gas hasil pembakaran tersebut dapatmenggerakkan turbin.Jika hal itu tercapai, maka starting device dilepas dari porosturbin dan generator.

Gambar pengerak mula pada mesin Turbin Gas PLTG Paya pasir
5). Coupling dan Accessory Gear.

Berfungsi untuk memindahkan daya dan putaran dari poros yang bergerak ke poros yang akan digerakkan


 

Gambar Copling PLTG paya pasir

6). Bahan bakar untuk pengoperasian PLTG.
Bahan bakar yang digunakan pada PLTG paya pasir berupa solar (HSD atau High Speed Diesel)dialirkan dari kapal tanker ke dalam rumah pompa BBM HSD kemudian dipompa lagidengan pompa bahan bakar untuk dimasukkan dalam ruang bakar sehinggamenghasilkan energi pemutar turbin gas. Penggerak awal turbin gas sebelumdigerakkan oleh energi gas hasil pembakaran adalah motor listrik (starting motor) yang berfungsi memutar kompresor sebagai
penghisap udara luar.
Gambar Separator dan Tangki minyak



BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1.Kesimpulan
1.      Komponen utama pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) adalah Kompresor,Combustion Chamber ,Turbin Gas.
2.      Putaran yang dihasilkan dalam  proses pembakaran pada ruang bakar adalah 5400 rpm.
3.      Daya yang dihasilkan oleh Generator adalah 34 MW (34000 kw).
4.      Bahan bakar yang digunakan pada pembangkit listrik tenagaa gas (PLTG) paya    pasir adalah HSD (High Speed Diesel).
5.       
4.2. Saran
1.      Sistem dan jadwal pemeliharaan prediktif perlu ditingkatkan dalam rangka menjamin keandalan dan kontinuitas pelayanan dari PLTG Paya Pasir;
2.      Pengadaan pasokan bahan bakar gas (BBG) perlu dipertimbangkan untuk PLTG Paya Pasir mengingat harganya yang lebih relatif murah dibandingkan bahan bakar minyak (BBM);
3.      Perlu diadakan studi lebih mendalam mengenai kaitan bantalan dan kopling terhadap unjuk kerja PLTG Paya Pasir
4.      Data-data teknis peralatan pada PLTG Paya Pasir hendaknya di arsip secara lebih profesional sehingga dapat mempermudah proses identifikasinya di masa mendatang, terutama saat diperlukan nantinya.


DAFTAR PUSTAKA

GE Energy Learnig Centre. (2005). TM2500 mobile gas turbine generator: basic     operator/package familiarization training course.
Hewitson, L.G. Brown, Mark. Balakrishnan, Ramesh. (2004). Practical power        system protection. The Netherlands:Newnes.
Lister, Eugene C. (1987). Electric circuits and machines. Canada: Mc-Graw-Hill    Ryerson Limited
Marsudi, Djiteng (2005). Pembangkitan energi listrik. Jakarta:Erlangga

Satu tanggapan pada “laporan Praktek Kerja Lapangan ( PKL)Pembangkit Listrik Tenaga Gas”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *